|
RINGKASAN SEJARAH KESULTANAN ASAHAN
Asahan
adalah sebuah daerah (kabupaten) dalam wilayah (Provinsi)
Sumatera Utara. Pusat pentadbiran Kabupaten Asahan
adalah Tanjung Balai yang berjarak ± 130 KM dari
Medan, Ibu Kota Provinsi Sumatera Utara.
Sampai tahun
1946, Asahan merupakan salah satu Kesultanan Melayu
yang struktur kerajaannya tidak jauh berbeda dari
struktur negeri-negeri Melayu di Semenanjung Malaka
pada masa itu. Namun pada tahun 1946, sistem
kerajaan di Asahan telah digulingkan oleh sebuah
pergerakan anti kaum bangsawan dalam sebuah revolusi
berdarah yang dikenal sebagai Revolusi Sosial.
Kesultanan-kesultanan yang ada di Sumatera Timur
seperti Deli, Langkat, Serdang, Kualuh, Bilah, Panai
dan Kota Pinang juga mengalami nasib serupa.
Sejarah Awal
Mengikut tradisi setempat,
Kesultanan Asahan bermula kira-kira pada abad XVI,
yaitu ada saat
Sultan Abdul
Jalil
ditabalkan sebagai Sultan Asahan yang pertama dengan
gelar Sultan Abdul Jalil Rahmat Syah. Ayahnya ialah
Sultan Aladdin Mahkota Alam
Johan Berdaulat (Sultan Alaiddin Riayat Syah “Al
Qahhar”), Sultan
Aceh ke XIII yang memerintah sejak tahun 1537 –
1568, sementara ibunya adalah
Siti
Ungu Selendang Bulan,
anak dari Raja Pinang Awan yang bergelar “Marhum
Mangkat di Jambu”. (Pinang Awan terletak di
Kabupaten Labuhan Batu). Sebelumnya, Aceh telah
menaklukkan negeri-negeri kecil di pesisir Sumatera
Utara dan di dalam salah satu pertempuran inilah
Raja Pinang Awan terbunuh dan anaknya Siti Ungu
dibawa ke Aceh dan menikah dengan Sultan Alaiddin.
( Baca selengkapnya )
Sampai dengan saat ini Kerajaan Asahan telah
memiliki 12 orang Sultan yang dihitung menurut
Silsilah dan keturunan Raja - raja Asahan, antara
lain :
-
Sultan Abdul Jalil
-
Sultan Saidisyah
-
Sultan Muhammad Rumsyah
-
Sultan Abdul Jalil Syah II
(mangkat 1765)
-
Sultan Dewa Syah (1756 –
1805)
-
Sultan Musa Syah (1805 –
1808)
-
Sultan Muhammad Ali Syah
(1808 – 1813)
-
Sultan Muhammad Hussein
Syah.
-
Sultan Ahmad Syah
-
Sultan Muhammad Husein
Syah II
-
Sultan Saibun Abdul Jalil
Rahmatsyah
-
Sultan Kamal Abraham Abdul
Jalil Rahmatsyah
|