|
SULATAN SAIBUN ABDUL JALIL
RAHMATSYAH dilahirkan pada tanggal 5 Oktober 1906.
Ibunya adalah T. Zaharah binti T. Muhammad Yusuf (
Singapura ). Beliau dilantik oleh ayahnya menjadi
Tengku Besar ( Calon Sultan ) Menggantikan abangnya
T. Besar Amir yang meninggal pada tahun 1913. Beliau
mulai memerintah sejak 7 Juli 1915 sampai tahun
1956. Akan tetapi karena ketika dilantik beliau
masih kecil, pemerintahan dipegang oleh saudara
ayahnya T. Alang Yahya. ( T. Regent Negeri Asahan ).
Beliau ditabalkan menjadi Sultan Asahan di Istana
Kota Raja Indra Sakti Tanjung Balai pada hari Kamis
15 Juli 1933 pukul 11.00 WIB ( 9 Safar 1353 H ).
Sultan Syaibun belajar di
H.I.S di Tanjung Balai dan kemudian melanjutkan
sekolahnya ke MULO di Batavia bersama dengan dua
orang saudaranya yaitu T. Khaidir dan T. Ishaq.
Sultan saibun memiliki 3 (
tiga ) orang isteri yaitu :
-
T. Nurul Asikin binti
Almarhum T. Rahmat ( menikah pada tanggal 17
Juni 1933 )
-
Encik Mariam
-
Encik Sa'adiyah binti
M. Arifin
Dari ketiga isteri
tersebut beliau dikaruniai 4 Orang putera dan 5
orang puteri yaitu :
-
Almarhum T. Sulung
Baihak Syah
-
Almarhumah T.
Nurhayati
-
Almarhum T. Dahnian
-
T. Alma
-
Almarhum T. Mirna
-
T. Nur Zehan
-
T. Yasmin
-
T. Alexander
-
T. Dr. Kamal Abraham
Beliau wafat pada tanggal
6 April 1980 dan dimakamkan di pemakaman Mesjid Raya
Tanjung Balai. Dan sebagai ahli waris Kesultanan
Asahan ditunjuklah anaknya yang paling bungsu yaitu
T. Dr. Kamal Abraham Abdul Jalil Rahmatsyah.

Sultan Syaibun
Abdul Jalil Rahmatsyah dan Sultan Ternate

Duduk dari
kiri T. Alang Yahya ( Regent ), Sultan Syaibun dan
T. Musa. Berdiri dari kiri T. Majid, T. Dr. Mansur,
T. Muhammad Noor
|