SULTAN MUHAMMAD HUSINSYAH
 

HOMETENTANG KAMISILSILAHJENDELA ADATDOKUMENTASIPESAN & KESAN

 

SILSILAH KESULTANAN ASAHAN

Setelah wafatnya Sultan Muhammad Ali Syah terjadi selisih faham antara pihak anaknya yang bernama Sultan Muhammad Husein Syah dengan pihak anak saudaranya yang bernama Raja Muhammad Ishak ( Anak dari Sultan Musa Syah ). Tengku tua yang pada masa itu merupakan wali dari Raja Muhammad Ishak menetapkan Raja Muhammad Ishak sebagai Sultan Asahan. Akan tetapi hal ini ditentang oleh Bendahara yang menjadi wali Sultan Husinsyah.

Berbagai jalan musyawarah telah ditempuh untuk menyelesaikan masalah ini, akan tetapi karena kedua belah pihak masing-masing mempertahankan pendapatnya maka penyelesaian tidak juga didapat hingga akhirnya perang saudara pun tidak dapat terelakkan lagi. Penduduk Asahan khususnya kaum Batak tidak menerima jika Raja Muhammad Ishak yang menjadi Sultan Asahan. 

Pada masa perang tersebut berkecamuk daerah sepanjang Sungai Silau dikuasai oleh Sultan Muhammad Huseinsyah, sedangkan derah sungai Asahan sampai ke Bandar Pulau dikuasai oleh Raja Muhammad Ishak. Berkali-kali pihak keluarga besar Kesultanan Asahan telah mengadakan musyawarah, akan tetapi tidak ada kesepakatan yang didapat untuk menghentikan pertikaian antara dua orang saudara tersebut. Sampai akhirnya pihak Keluarga Besar Kesultanan Asahan mengambil suatu keputusan yang sangat mengejutkan pada masa itu yaitu melakukan penyerangan ke Negeri Kualuh. Keputusan ini diambil dengan berdasarkan beberapa alasan, dan salah satu alasan yang paling mendasar adalah apabila Negeri Kualuh dapat ditaklukkan maka Raja Muhammad Ishak akan dinobatkan menjadi raja di sana.

Keputusan keluarga besar tersebut disetujui oleh Sultan Muhammad Huseinsyah dan Raja Muhammad Ishak. Dengan cepat dibentuk dua kelompok pasukan yang masing-masing dipimpin oleh Sultan Muhammad Huseinsyah dan Raja Muhammad Ishak. Sultan Muhammad Huseinsyah menyerang dari daerah kuala sungai Kualuh sedangkan Raja Muhammad Ishak memimpin pasukannya menyerang dari daerah hulu hingga akhirnya negeri Kualuh dapat ditaklukkan.

Pada tahun 1829 Raja Muhammad Ishak dinobatkan menjadi Sultan negeri Kualuh dengan gelar Yang Dipertuan Muda Kualuh. Untuk membantu menjalankan roda pemerintahan di Negeri Kualuh Sultan Muhammad Huseinsyah mengangkat beberapa orang Datuk yang diambil dari Asahan.

Sultan Muhammad Huseinsyah lahir pada tahun 1806 dan wafat pada tanggal 10 Februari 1859. Beliau dimakamkan di Sirantau dengan gelar Marhum Sirantau. Sultan Muhammad Huseinsyah mempunyai 2 ( Dua ) isteri yaitu Tengku Sulung ( Puteri dari kerajaan Bedagai ) dan Taleha ( Puteri raja Batak Buntu Pane ). Dari kedua orang isteri tersebut beliau dikaruniai 5 ( Lima ) orang putera dan 4 ( Empat ) orang puteri yaitu : Sultan Ahmadsyah, Tengku Pangeran Besar Muda, Tengku Babul alias Tengku Muhammad Adil, Tengku Muhammad Syarif gelar Tengku Maharaja, Tengku Muhammad Bakir, Tengku Tengah, Tengku Puteri, Tengku Kecik dan Tengku Sonet.  ( Lihat diagram silsilah Sultan Muhammad Husseinsyah I seluruhnya )

 

 
 

Sultan Abdul Jalil

Sultan Saidi Syah

Sultan Muhammad Rumsyah

Sultan Abdul Jalil  Syah II

Sultan Dewa yah

Sultan Musa Syah

Sultan Muhammad Ali Syah

Sultan Muhammad Husseinsyah

Sultan Ahmadsyah

Sultan Muhammad Husseinsyah II

Sultan Saibun Abdul Jalil Rahmatsyah

Sultan Kamal Abraham Abd Jalil Rahmatsyah

 
   

Copyright / Fuad @ 2007 alright reserved