|
Setelah SULTAN SYAIBUN
ABDUL JALIL RAHMATSYAH wafat, timbul intrik tentang
siapa pengganti dinasti Kesultanan Asahan yang mampu
mengemban tugas sebagai kepala adat. Dalam suatu
kebimbangan dan keraguan apakah akan diangkat
kembali Kesultanan Asahan akibat dari ekses Revolusi
Sosial tahun 1946 yang masih menyimpan duka dan
nestapa dalam ingatan para keluarga besar kerajaan.
Ditengah kebimbangan tersebut T. Tatah dan Encik
Saidah mengatakan bahwa Sultan Syaibun pernah
bercerita tentang salah seorang anaknya yang dapat
diandalkan untuk meneruskan Dinasti Kesultanan
Asahan yaitu T. Kamal Abraham Abdul Jalil.
Mendengar kabar tersebut
para pembesar kerajaan mengadakan musyawarah. Dari
hasil musyawarah tersebut pada tanggal 17 Mei 1980
diangkatlah Dr. T. Kamal Abraham Abdul Jalil
Rahmatsyah sebagai Sultan Asahan ke XII.
Setelah upacara
pengangkatan selesai, malam harinya dilaksanakan
pemberian gelar kepada keturunan kesultanan sebagai
pelengkap struktur organisasi kerajaan. Gelar
terebut diberikan kepada :
-
Almarhum T. Alauddin
Nazar mendapatkan gelar Tengku Bendahara.
-
T. Rumsyah mendapatkan
gelar Duta Amerta.
-
T. Bustamam, T. Yose
Rizal, Almarhum T. Azis dan T. Yusuf Idris
mendapatkan gelar Pangeran Asahan.
-
T. Amirsyah dan T.
Thamrin mendapatkan gelar Datuk Bintara.
Pemberian gelar tersebut
dilakukan di Tanjung Balai dan langsung ditabalkan
oleh Sultan Asahan XII Dr. T. Kamal Abraham Abdul
Jalil Rahmatsyah.
Sultan Kamal Abraham Abdul
Jalil Rahmatsyah menikah dengan seorang gadis
berdarah Aceh yaitu Dr. Hj. Eva Mutia. Sampai saat
ini beliau telah dikaruniai 3 ( Tiga ) orang anak
yaitu :
-
T. Muhammad Iqbal
Alvinanda ( Lahir 17 Maret 1994 )
-
T. Muhammad Arief
Fadillah ( Lahir 29 Mei 1995 )
-
T. Shafira ( Lahir 14
Desember 2002 )
Pada Bulan Desember 2002
Sultan Kamal Abraham Abdul Jalil Rahmatsyah
membentuk sebuah forum yang dinamakan Forum
Komunikasi Keluarga Besar Kesultanan Asahan ( FKKBKA
) di Medan. Forum ini berfungsi sebagai wadah
komunikasi dalam mempererat tali Silatrurrahmi antar
keluarga Kesultanan Asahan khususnya dan masyarakat
Asahan khususnya.
|