SULTAN AHMADSYAH
 

HOMETENTANG KAMISILSILAHJENDELA ADATDOKUMENTASIPESAN & KESAN

 

SILSILAH KESULTANAN ASAHAN

 

SULTAN AHMADSYAH begrelar Marhum Maharaja Indrasakti yang memerintah mulai tahun 1854. Ibunya adalah anak dari Sultan Panai. Pada masa pemerintahannya Belanda, Inggeris dan Aceh berebut kekuasaan di Sumatera Timur. Pada tahun 1865 Sultan Ahmadsyah diasingkan oleh Belanda bersama adiknya T. Muhammad Adil ke Riau. Sedangkan adiknya yang lain T. Pangeran Besar Muda diasingkan oleh Belanda ke Ambon. Sejak tahun 1865 s/d 1868 atas arahan residen Belanda di Riau Elisa Netscher asahan diperintah oleh Tengku Naamatullah negeri Kualuh, dan dari tahun 1868 s/d 1886 Asahan diperintah oleh 4 pembesar Melayu. Dan pada masa ini sangat sering terjadi perlawanan terhadap Belanda di Asahan.

Pada tahun 1885 Belanda mengizinkan Sultan Ahmadsyah dan Tengku Muhammad Adil kembali ke Asahan dengan syarat tidak boleh campur tangan dalam dunia Politik. Dan tidak lama kemudian Tengku Pangeran Besar Muda juga diizinkan pulang ke Asahan oleh Belanda. Sultan Ahmadsyah kembali memerintah pada 25 Maret 1886 sampai 27 Juni 1888. Selama memerintah beliau pernah menandatangani perjanjian politik dengan Belanda pada tanggal 25 Maret 1886 di Bengkalis ( Akte Van Verband ).

Sultan Ahmadsyah mangkat tanpa memiliki anak seorang pun, akan tetapi sebelum mangkat beliau pernah membuat surat wasiat untuk mengangkat anak dari saudaranya Tengku Ngah Tanjung menjadi Raja Asahan.    

 

 
 

Sultan Abdul Jalil

Sultan Saidi Syah

Sultan Muhammad Rumsyah

Sultan Abdul Jalil  Syah II

Sultan Dewa yah

Sultan Musa Syah

Sultan Muhammad Ali Syah

Sultan Muhammad Husseinsyah

Sultan Ahmadsyah

Sultan Muhammad Husseinsyah II

Sultan Saibun Abdul Jalil Rahmatsyah

Sultan Kamal Abraham Abd Jalil Rahmatsyah

 
   

Copyright / Fuad @ 2007 alright reserved