MEMINANG
       

HOMETENTANG KAMISILSILAHJENDELA ADATDOKUMENTASIPESAN & KESAN

 

TOPIK ADAT

 

 

Pada hari dan jam yang telah ditentukan sebelumnya maka berkumpullah para segenap Puang, Anak beru dan sanak saudara lainnya dirumah keluarga calon mempelai wanita untuk menunggu kedatangan rombongan utusan dari pihak calon mempelai pria. Utusan dari pihak calon mempelai pria yang dipimpin oleh anak beru dan diiringi oleh beberapa orang - orang tua yang berpengalaman ( Diharuskan yang telah berumah tangga, sedangkan anak gadis ataupun janda tidak diperbolehkan ikut serta ).  Pihak rombongan utusan calon mempelai pria membawa tepak yang berisi :

  1. 1 buah tepak sirih Perisik

  2. 1 Buah tepak sirih peminang

  3. 1 Buah tepak sirih Ikat janji

  4. 4 Buah tepakirih pengiring

Semuanya berada dalam tepak yang terbungkus baik dengan kain. Sedangkan dari pihak calon mempelai wanita telah menanti pula :

  1. 1 buah tepak sirih menanti

  2. 1 buah tepak sirih ikat janji

  3. 1 buah tepak sirih tukar tanda

Para orang tua dari kedua belah pihak tidak dibenarkan hadir, hanya famili dengan famili lah yang berhadapan terutama anak beru ( yaitu para menantu dari kedua belah pihak ). Anak beru atau orang semenda yang tertua ataupun yang terpandai biasanya mengepalai seluruh peralatan adat masing - masing pihak. Para wanita akan dijamu oleh para wanita dari pihak calon mempelai wanita dan dibawa masuk kedalam ruangan. Sedangkan para rombongan pria akan dihadapi oleh para pria dari keluarga calon mempelai wanita duduk bersila diruang depan disaksikan oleh penghulu telangkai sebagai orang tengah apabila ada terjadi salah penafsiran nantinya.

Biasanya selain Anak beru masing - masing pihak mempersiapkan seorang ahli dan jagoan dalam hal bersilat lidah mengenai pinangan ini. Bersilat lidah ini kadang - kadang memakan waktu berjam - jam lamanya, bahkan ada pihak calon mempelai pria yang harus kembali lain waktu karena tidak dapat memaparkan maksudnya secara teratur.  Karena menurut adat Melayu untuk memberitahukan maksud atau kehendak tidak boleh secara blak - blakan melainkan dengan cara kiasan.

Pihak rombongan calon mempelai pria akan menjawab pertanyaan mengenai maksud dan tujuan kedatangan mereka tersebut sambil menyorongkan sebuah Tepak Pembuka Kata denan gagang sirih menghadap kepada keluarga calon mempelai wanita.

Umumnya pihak calon mempelai prialah yang lebih banyak menerima sindiran - sindiran, akan tetapi mereka bersedia mengalah asalkan menang dengan mendapatkan apa yang ditujunya. Tepak sirih pihak calon mempelai pria tadi akan diedarkan oleh keluarga calon mempelai pria kepada para pihaknya agar masing - masing dapat mengecap sirih tersebut. Setelah itu oleh pihak calon mempelai pria disorongkan lagi tepak sirih merisik dengan diiringi tepak sirih pengiring lainnya. Sambil memakan sirih inilah sering timbul pantun berpantun, sindir - menyindir dan keluarlah segala petatah petitih.

Setelah pihak calon mempelai pria mengutarakan maksud kedatangannya maka pihak keluarga calon mempelai wanita akan mendengarkannya dengan seksama. Setelah itu keluarga pihak calon mempelai wanita akan bertanya siapakah calon mempelai pria yang bermaksud meminang tersebut dan siapa gadis yang hendak dipinangnya, apakah calon mempelai pria dalam keadaan sehat dan tiada cacat, hal ini perlu diutarakan secara resmi oleh pihak calon mempelai pria didepan orang banyak agar jangan terjadi kesalah pahaman dibelakang hari karena berlainan antara yang dimaksud dengan yang didapat. Dan apabila kedua belah pihak menyalahi jawaban mengenai kondisi kedua calon mempelai, maka pada waktu acara menikah kedua belah pihak berhak menolak apabila apa yang diuraikan oleh keluarga calon kedua mempelai bertentangan dengan kondisi sebenarnya.

Setelah maksud dari keluarga mempelai pria diterima oleh keluarga calon mempelai wanita maka merekapun mulailah memakan sirih perisik yang dari tadi belum terusik sedikitpun. Sirih ini pun diedarkan kedalam untuk dikecap oleh para wanita yang menunggu kabar dari dalam.

Setelah itu sambil menyorongkan tepak sirih peminang keluarga calon mempelai pria pun mengucapkan ikrar janji. Sedangkan pihak keluarga calon mempelai wanita setelah mendengarkan ikrar janji tersebut akan menerima tepak sirih peminang tersebut dan disodorkan pula keruangan dalam untuk dicicipi oleh para kaum wanita.

 

     
 

Merisik & Penghulu Telangkai

Jamu Sukut

Meminang

Ikat Janji

Mengantar Bunga Sirih

Akad Nikah

Upacara Berinai

Malam Bersanding

Makan Nasi Hadap-hadapan

Mandi Berdimbar

Meminjam Pengantin

Menyongsong kelahiran

Melenggang perut

Melahirkan

Membelah mulut

Upacara turun ketanah

Upacara berayun

 
     
       

Copyright / Fuad @ 2007 alright reserved