|
Pada hari dan
jam yang telah ditentukan sebelumnya maka berkumpullah para
segenap Puang, Anak beru dan sanak saudara lainnya dirumah
keluarga calon mempelai wanita untuk menunggu kedatangan
rombongan utusan dari pihak calon mempelai pria. Utusan dari
pihak calon mempelai pria yang dipimpin oleh anak beru dan
diiringi oleh beberapa orang - orang tua yang berpengalaman
( Diharuskan yang telah berumah tangga, sedangkan anak gadis
ataupun janda tidak diperbolehkan ikut serta ). Pihak
rombongan utusan calon mempelai pria membawa tepak yang
berisi :
-
1 buah tepak
sirih Perisik
-
1 Buah tepak
sirih peminang
-
1 Buah tepak
sirih Ikat janji
-
4 Buah
tepakirih pengiring
Semuanya berada
dalam tepak yang terbungkus baik dengan kain. Sedangkan dari
pihak calon mempelai wanita telah menanti pula :
-
1 buah tepak
sirih menanti
-
1 buah tepak
sirih ikat janji
-
1 buah tepak
sirih tukar tanda
Para orang tua
dari kedua belah pihak tidak dibenarkan hadir, hanya famili
dengan famili lah yang berhadapan terutama anak beru ( yaitu
para menantu dari kedua belah pihak ). Anak beru atau orang
semenda yang tertua ataupun yang terpandai biasanya
mengepalai seluruh peralatan adat masing - masing pihak.
Para wanita akan dijamu oleh para wanita dari pihak calon
mempelai wanita dan dibawa masuk kedalam ruangan. Sedangkan
para rombongan pria akan dihadapi oleh para pria dari
keluarga calon mempelai wanita duduk bersila diruang depan
disaksikan oleh penghulu telangkai sebagai orang tengah
apabila ada terjadi salah penafsiran nantinya.
Biasanya selain
Anak beru masing - masing pihak mempersiapkan seorang ahli
dan jagoan dalam hal bersilat lidah mengenai pinangan ini.
Bersilat lidah ini kadang - kadang memakan waktu berjam -
jam lamanya, bahkan ada pihak calon mempelai pria yang harus
kembali lain waktu karena tidak dapat memaparkan maksudnya
secara teratur. Karena menurut adat Melayu untuk
memberitahukan maksud atau kehendak tidak boleh secara blak
- blakan melainkan dengan cara kiasan.
Pihak rombongan
calon mempelai pria akan menjawab pertanyaan mengenai maksud
dan tujuan kedatangan mereka tersebut sambil menyorongkan
sebuah Tepak Pembuka Kata denan gagang sirih menghadap
kepada keluarga calon mempelai wanita.
Umumnya pihak
calon mempelai prialah yang lebih banyak menerima sindiran -
sindiran, akan tetapi mereka bersedia mengalah asalkan
menang dengan mendapatkan apa yang ditujunya. Tepak sirih
pihak calon mempelai pria tadi akan diedarkan oleh keluarga
calon mempelai pria kepada para pihaknya agar masing -
masing dapat mengecap sirih tersebut. Setelah itu oleh pihak
calon mempelai pria disorongkan lagi tepak sirih merisik
dengan diiringi tepak sirih pengiring lainnya. Sambil
memakan sirih inilah sering timbul pantun berpantun, sindir
- menyindir dan keluarlah segala petatah petitih.
Setelah pihak
calon mempelai pria mengutarakan maksud kedatangannya maka
pihak keluarga calon mempelai wanita akan mendengarkannya
dengan seksama. Setelah itu keluarga pihak calon mempelai
wanita akan bertanya siapakah calon mempelai pria yang
bermaksud meminang tersebut dan siapa gadis yang hendak
dipinangnya, apakah calon mempelai pria dalam keadaan sehat
dan tiada cacat, hal ini perlu diutarakan secara resmi oleh
pihak calon mempelai pria didepan orang banyak agar jangan
terjadi kesalah pahaman dibelakang hari karena berlainan
antara yang dimaksud dengan yang didapat. Dan apabila kedua
belah pihak menyalahi jawaban mengenai kondisi kedua calon
mempelai, maka pada waktu acara menikah kedua belah pihak
berhak menolak apabila apa yang diuraikan oleh keluarga
calon kedua mempelai bertentangan dengan kondisi sebenarnya.
Setelah maksud
dari keluarga mempelai pria diterima oleh keluarga calon
mempelai wanita maka merekapun mulailah memakan sirih
perisik yang dari tadi belum terusik sedikitpun. Sirih ini
pun diedarkan kedalam untuk dikecap oleh para wanita yang
menunggu kabar dari dalam.
Setelah itu
sambil menyorongkan tepak sirih peminang keluarga calon
mempelai pria pun mengucapkan ikrar janji. Sedangkan pihak
keluarga calon mempelai wanita setelah mendengarkan ikrar
janji tersebut akan menerima tepak sirih peminang tersebut
dan disodorkan pula keruangan dalam untuk dicicipi oleh para
kaum wanita. |