MEMBELAH MULUT
       

HOMETENTANG KAMISILSILAHJENDELA ADATDOKUMENTASIPESAN & KESAN

 

TOPIK ADAT

 

 

Diatas sebuah Talam kecil diletakkan sebuah cincin emas yang tidak bermata, garam, beras dan Madu. Upacara ini berasal dari kepercayaan Hindu dimana " Ghi " diberikan bagi anak yang lahir. Bayi tersebut diletakkan didepan pintu oleh salah seorang anggota keluarga sebagai " Penyambut " supaya kelak ia menjadi orang yang baik. Salah seorang keluarga yang dituakan akan mengambil cincin tersebut dan dicecahkanlah kegaram, beras dan madu untuk di oleskan ke kebibir si Bayi dengan pengharapan supaya tutur sapanya manis seperti madu dan bibirnya mulia bagai emas.

Salah seorang anggota keluarga meletakkan si Bayi diatas sebuah " Pahar " yang berisi uang dan beras. Pahar dengan seluruh isinya ini kemudian akan diserahkan sebagai sedekah kepada Bidan. Biasanya sampai 44 hari sejak kelahiran si Bayi sanak keluarga dan para sahabat si Suami akan berjaga -jaga pada malam hari yang bertujuan untuk menjaga si Ibu dan si Bayi dari gangguan Hantu Pelasik. Uri Bayi Laki-laki akan disimpan didalam periuk tanah dan dicampur dengan Jeruk Purut, Kencur, Kunyit, Haliya, Bawang putih, Bawang merah dan merica. Seluruh bahan tersebut merupakan obat - obatan untuk Uri ( Saudara si Bayi ). Sedangkan Uri dari Bayi perempuan akan dimaukkan bersama bekas sulaman tua dan Jarum dengan harapan kelak ia akan menjadi gadis yang pintar menjahit. Uri itu kemudian ditutup dengan kain tujuh warna kemudian dikubur oleh Bidan.

 

 

Merisik & Penghulu Telangkai

Jamu Sukut

Meminang

Ikat Janji

Mengantar Bunga Sirih

Akad Nikah

Upacara Berinai

Malam Bersanding

Makan Nasi Hadap-hadapan

Mandi Berdimbar

Meminjam Pengantin

Menyongsong kelahiran

Melenggang perut

Melahirkan

Membelah mulut

Upacara turun ketanah

Upacara berayun

 
     
       

Copyright / Fuad @ 2007 alright reserved