|
Dibeberapa daerah mandi berdimbar
dilakukan sebanyak dua kali yaitu pada setelah bersanding
dan mandi berdimbar yang kedua setelah pengantin wanita
selesai " Halangan ". Mandi berdimbar artinya mandi berhias
dan kepercayaan ini diperoleh dari sisa-sisa hinduisme
sebelum negeri malaka memeluk agama Islam, dapatlah di
pastikan bahwa kepercayaan orang melayu adalah campuran
Hinduisme dan Budhisme. Biasanya tempat upacara mandi
berdimbar ini dilakukan di halaman rumah, di dalam tempat
yang dibuat indah dan di hiasi dengan gaba - gaba.
Kemudian pengantin di tuntun oleh bidan untuk menuju
ketempat mandi berdimbar tersebut.
Setelah pengantin saampai ke
tempat pemandian, pengantin di tepung tawari oleh kerabat
atau sanak famili yang tertua. Barulah pengantin mengganti
pakaian dengan pakaian basahan dan Kemudian ditutupi dengan
sehelai kain panjang yang dililit benang dan dipasangi Dian.
Bidan menyuruh kedua pengantin untuk memutuskan benang dan
menghembus dian, siapa yang lebih cepat dari keduanya maka
dialah yang menang. Setelah itu kedua mempelai diberi
minuman dan disuruh bersembur-semburan, lalu bidan menuntun
mereka untuk saling memukul mayang muda ke atas kepala
masing - masing mempelai. Terkadang ada juga Mayang yang
tidak pecah meskipun pelepah Mayang tersebut sangat lunak.
Itu berarti salah seorang dari kedua mempelai sangat keras
hatinya.
Sedangkan Mayang yang pecah akan
disapukan / dioleskan bidan mulai dari ujung kepala sampai
ke ujung kaki kedua mempelai yang bertujuan untuk membuang
sial. Setelah itu dimulai upacara memecah telur yang terbuat
dari Kelongkong Kelapa Muda. Caranya kedua mempelai harus
menginjak telur ayam yang berada di hadapan kaki mereka
masing-masing. Dalam acara ini siapa yang lebih cepat maka
dialah yang menang. Artinya yang menang tidak dapat
dibohongi dalam kehidupan berumah tangga kelak.
Setelah seluruh upacara selesai,
kedua mempelai akan dimandikan oleh bidan. Mula - mula
mereka dimandikan dengan air Ukup sembari diiringi dengan
doa-doa, setelah itu dimandikan lagi dengan air taman dan
setelah itu dengan air biasa dan ditutup dengan air tolak
bala, sambil membaca doa air disiramkan keatas kepala kedua
mempelai. Setelah itu kedua mempelai akan berganti pakaian
dengan pakaian yang indah dan memasuki kamar pengantin.
Keesokan harinya kedua mempelai
dibawa menghadap mertua ( kedua orang tua pengantin wanita )
dan seluruh sanak keluarga yang dekat dimulai dari sanak
keluarga yang paling tua. Biasanya pada saat itu kedua
mempelai akan mendapatkan hadiah dari seluruh keluarga.
|