ADAT YANG TER ADAT
     

HOMETENTANG KAMISILSILAHJENDELA ADATDOKUMENTASIPESAN & KESAN

 
 

TOPIK ADAT

 

 

Adat yang ter adat adalah merupakan konsensus bersama, dimana terdapat suatu sikap, tindakan atau keputusan berdasarkan musyawarah bersama yang dirasakan cukup baik, sehingga untuk peristiwa atau tindakan yang sama sifatnya seperti yang terdahulu ( yang pernah terjadi sebelaumnya ) maka tolak ukurnya dipakai sikap tindakan atau keputusan yang telah pernah diambil sebelumnya. Dengan demikian kebiasan itu dijadikan pegangan bersama, sehingga merupakan kebiasaan yang turun temurun. Oleh sebab itu maka adat yang terdapat ini juga dapat berubah sesuai dengan nilai-nilai baru yang dikembangkan kemudian. Tingkat adat inilah yang sering dapat disebut sebagai “ Tradisi “ seperti tercermin dalam ungkapan adat sebagai berikut :


     “ Adat yang teradat
       Adat yang datang tidak berberita
       Pergi tidak berkabar”
       Adat disarung tidak berjahit
       Adat berkelindan tidak bersimpul
       Adat berjarum tidak berbenang
       Yang terbawa burung lalu
       Yang tumbuh tidak ditanam
       Yang berkembang tidak berkuntum
       Yang berpunat tidak berpucuk “
       Adat yang datang kemudian
       Yang diseret jalan panjang
       Yang bertenggek disampan lalu
       Yang berakar tidak berurat tanggung
       Itulah adat sementara
       Adat yang dapat dialih-alih
       Adat yang dapat ditukar salin”


Pelanggaran terhadap adat ini sangsinya tidaklah seperti pada kedua tingkatan adat lainnya. Keadaan pelanggaran hanya diberikan teguran atau nasehat oleh pemangku adat atau oleh orang-orang ang dituakan dalam masyarakat. Namun demikian si pelanggar tetap dianggap sebagai orang yang kurang beradat atau lebih berat sebagai seorang yang tidak tau adat.
Dari apa yang telah dituturkan diatas, dapatlah diambil beberapa kesimpulan sebagai berikut :

  1. Adat adalah ketentuan-ketentuan yang mengatur tingkah laku anggota masarakat dalam hampir semua aspek kehidupan manusia.

  2. Menyangkut adat Melayu dengan syariat Islam memberi corak tersendiri bagi masyarakat Melayu. Hal ini didasari dengan ketentuan bahwa adat tidak boleh bertentangan dengan hukum Syara’. Ketentuan adat yang bertentangan dengan hukum Syara’ tidak boleh diberlakukan lagi dan harus disesuaikan dengan hukum syara’.

  3. Adat sebenarnya tidak dapat berubah-ubah, karena merupakan pegangan yang fundamental. Yang dapat berubah dan dapat mengadakan penyesuaian dengan perkembangan zaman hanya adat yang diadatkan dan adat yang teradat.
     


 


 

     
 

Merisik & Penghulu Telangkai

Jamu Sukut

Meminang

Ikat Janji

Mengantar Bunga Sirih

Akad Nikah

Upacara Berinai

Malam Bersanding

Makan Nasi Hadap-hadapan

Mandi Berdimbar

Meminjam Pengantin

Menyongsong kelahiran

Melenggang perut

Melahirkan

Membelah mulut

Upacara turun ketanah

Upacara berayun

 
     
     

Copyright / Fuad @ 2007 alright reserved