|
Adat
sebenar adat adalah prinsip-prinsip adat Melayu, yang tidak
dapat dirubah-rubah. Prinsip tersebut tersimpul dalam adat
bersendi Syara’ dan Syara’ bersendikan Kitabullah.
Ketentuan-ketentuan adat yang bertentangan dengan hukum
Syara’ tak boleh dipakai lagi dan hukum Syara’lah yang
dominan. Dasar ini tercermin dari ungkapan sebagai berikut
:
“ Adat berwaris kepada Nabi
Adat berkhalifah kepada Adam
Adat berinduk keulama
Adat tersurat dalam kertas
Adat tersurat dalam sunnah
Adat dikungkung Kitabullah
Itulah Adat yang tahan banding
Itulah Adat yang tahan asak’
Adat terconteng dilawang
Adat tak lekang oleh panas
Adat tak lapuk oleh hujan
Adat dianjak layu diumbut mati
Adat ditanam tumbuh, dikubur hidup
Kalau tinggi dipanjatnya
Kalau rendah dijalarnya
Riaknya sampai ketebing
Untutnya sampai kebakal
Resamnya sampai kelaut luas
Sampai kepulau karam-karaman
Sampai ketebing lembakan-lembakan
Sampai kearus yang berdengung
Kalau tali boleh diseret
Kalau rupa boleh dilihat
Kalau rasa boleh dimakan
Itulah adat sebenar adat
Adat turun dari Syara’
Diikat dengan hukum Syare’at
Itulah pusaka turun temurun
Warisan yang tak putus oleh cencang
Yang menjadi galang lembaga
Yang menjadi ico dengan pakaian
Yang digenggam dipeselimut
Adat yang keras tidak tertarik
Adat lunak tersudut
Dibuntal singkat, direntang panjang
Kalau kendur berdenting-denting
Kalau tegang berjela-jela
Itulah sebenarnya adat
Yang dipakai oleh orang Melayu. “
Dari kutipan diatas jelaslah betapa bersebatinya adat Melayu
dengan ajaran Islam. Dasar adat Melayu menghendaki
sandarannya kepada sunnah Nabi demi kitab suci Al-Qur’an.
Prinsip itulah yang tak dapat dialih pindahkan dan tak dapat
dibuang. Itulah yang disebut dengan Adat sebenar Adat.
|